Breeding ayam bangkok

Sebenarnya apa yang terjadi dalam proses perkawinan , apa yang terjadi dalam telur dan bagaimana sifat indukan menurun ke anakan. Sebelum mengetahuinya pertama kita harus sedikit tahu tentang apa itu gen dan bagaimana gen dapat mempengaruhi suatu individu. Gampangnya gen itu dapat dianalogikan sebagai blue print atau cetak biru dari suatu kehidupan,gen memiliki pasangan pasangan untuk bisa bekerja dengan semestinya. Gen inilah yang menentukan seperti apakah fisik seekor ayam,apakah tinggi,pendek,bewarna merah,hitam,kuning,dll. Gen terdapat dalam sel tubuh makhluk hidup, gen inilah yang nantinya akan diturunkan pada keturunannya, ada sedikit perbedaan antara gen yan terdapat dalam tubuh dan gen yang terdapat dalam sel kelamin (sel telur atau sel sperma). Gen dalam tubuh ada sepasang sedangkan dalam sel kelamin hanya setengahnya, lantas apakah keturunanya kelak hanya mewarisi setengah dari gen tersebut. YA ! setiap individu yang dihasilkan, setiap anak ayam yang menetas adalah mewarisi separuh sifat indukanya,lantas bagaimana gen tersebut dapat bekerja kalau tidak memiliki pasangan,?ingat,bahwa seekor anak ayam dihasilkan dari induk jantan dan betina,nah disitulah kuncinya,seekor anak ayam akan mewarisi setengah gen dari pejantan dan setengah lagi dari betina. Dari sini jelas bahwa intinya adalah anak mewarisi setengah gen pejantan dan setengah lagi dari induk betina, lantas bagaimana yang terjadi?yan terjadi selanjutnya adalah masing masing gen tersebut akan saling berpasangan dengan ‘perwakilan’ dari pasanganya, disinilah akan ditentukan,gen manakah yang lebih dominan,dari sisi pejantan ataukah betina,bila jantan yang dominan maka besar kemungkinan anakan yang dihasilkan lebih banyak mewarisi sifat dari pejantan dan sebaliknya, namun itu hanya sederhanya,yang sebenarnya terjadi dalam proses ini jauh lebih rumit, dan jangan terjebak paradigma babon cetak / babon unggul, menurut saya hal seperti itu idak benar benar ada, hanya saja kemungkinan besar babon cetak merupakan fenomena dimana seekor ayam betina memiliki gen gen lemah sehingga tidak menurunkan banyak sifat kepada anakanya. Sementara babon unggul adalah sebaliknya, sifatnya sangat dominan sehingga menurun banyak pada anakanya.
Setelah terjadi proses pembuahan maka selanjutnya adalah proses pembentukan telur, telur bisa dikatakan merupakan bekal bagi calon ayam didalamnya, karenanya ketika seekor induk sedang dalam masa bertelur jangan ragu untuk memberikan pakan bergizi tinggi, gizi yang dimakan oleh induk ini akan dijadikan bahan dalam ‘pembuatan’ telur sebagai makanan calon ayam didalamnya sehingga secara tidak langsung calon ayam akan makan dari makanan yang dimakan induknya tadi.

Dari kedua penjabaran diatas ada satu kesimpulan yang saya buat, mungkin kesimpulan saya ini agak kurang bisa diterima dan agak nyeleneh, dari kedua fakta tersebut saya enyimpulkan yang paling berperan dalam breeding adalah induk BETINA!,kenapa?kalau kita kalkulasi,menurut teori pada paragraph pertama,induk betina member kontribusi sama dengan pejantan, yakni 1/2 materi gen, namun pada paragraph kedua bisa dibilang kontribusi betina jauh lebih banyak,bayangkan,mulai dari kuning telur,putih telur dan cangkang itu semua adalah bagian dari induk betina,kesemuanya adalah hasil dari pembentukan yang dilakukan induk betina, ada sedikit unsur materi genetik di dalamnya sehingga dalam perkembangan selanjutnya anak ayam yang makan dari telur tersebut akan terpengaruh sedikit banyak dari sang induk betina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s